Tindak Lanjut Paket Wisata Raja Ampat-Fakfak Wakil Bupati Fakfak; Akan Ditetapkan 13 Kampung Wisata

Pertemuan tindak lanjut kesepakatan Paket Wisata Bahari Raja Ampat-Fakfak, Wakil Bupati Fakfak, Ir. Abraham Sopaheluwakan, M.Si dan Sekda Raja Ampat DR. Yusuf Salim bersama para pejabat organisasi perangkat daerah.

Infobappedalitbang Fakfak_ Sebagai tindak lanjut kunjungan belajar 182 calon pelaku usaha wisata Fakfak, Wakil Bupati Fakfak, Ir. Abraham Sopaheluwakan, M.Si mewakili Pemerintah Kabupaten Fakfak bertemu dengan Pemerintah Raja Ampat pada (Kamis, 16/5/19) di Ruang Pari Bupati Raja Ampat.

Pertemuan yang diprakarsai oleh Alberth Nebore dari Conservation Internasional (CI), menghadirkan beberapa pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis Raja Ampat. Bertemu langsung menindaklanjuti kesepakatan bersama paket wisata bahari Raja Ampat-Fakfak.

Acara dibuka oleh Sekda Raja Ampat, Yusuf Salim menyampaikan harapannya agar kerjasama ini tidak berakhir dengan adanya MoU saja, tetapi perlu diseriusi untuk dibuatkan paket tertentu untuk dapat diimplementasikan.

Lebih lanjut Sekda Raja Ampat menyampaikan pula, kalau pariwisata perlu digerakan secara kontinyu dan membutuhkan biaya promosi yang cukup besar. Serta butuh komitmen dan konsistensi bersama. “Perlu alokasi pengganggaran yang serius pula sehingga bisa segera berhasil. Hanya kami masih ada kekurangan dalam memadukan pariwisata secara terintegrasi dengan program dan kegiatan OPD lainnya dalam mendorong Pariwisata”.

Kedepan, kita akan lebih fokus untuk menjadikan pariwisata yang unggul untuk Raja Ampat. termasuk mengandeng Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Lainnya dengan membuat paket-paket wisata yang lebih terintegrasi.

Saat bersamaan pula, Wakil Bupati Fakfak menyampaikan maksud kedatangan bagian dari tindak lajut (follow up) sesuai petunjuk Bapak Bupati Fakfak, terhadap apa yang sudah dicanangkan bersama antar kedua pemerintahan ini.

Wakil Bupati Fakfak menyampaikan terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepada Fakfak. “Sudah diberikan kesempatan datang belajar di Raja Ampat”. Dikatakan pula, Semboyangnya sebagai 1001 pulau Raja Ampat telah banyak berpengalaman sebagai pariwisata berkelas internasional. Olehkarenanya, Fakfak perlu belajar banyak. Menimba pengalaman untuk menyatukan dengan paket wisata bersama.

Dijelaskan oleh Wakil Bupati, bahwa Fakfak akan mulai dengan menetapkan kampung sasaran wisata sebanyak 13 kampung dan rencana Tahun 2020 akan fokus pada 2 kampung unggulan dan masuk dalam wilayah konservasi yakni  Kampung Ugar di Kokas dan Kampung Mas di Karas. Untuk itu,  kesempatan dalam tindak lanjut ini, ingin kami sharing terkait dengan alih pengalaman dalam meningkatkan eksistensi kampung wisata yang sangat jelas penerapannya di Raja Ampat yang berbasis masyarakat.  Bagaimana bentuk kelembagaannya, system penataan, edukasi masyarakat, system promosi wisata dan lain sebagainya dalam percepatan paket wisata nanti.

Dari pertemuan ini, dijelaskan secara teknis oleh Kepala Pariwisata Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo bahwa pariwisata bukan sekedar tugas pemerintah saja namun keterlibatan semua stakeholder. Karena pengembangan pariwisata harus memuat 3A (akses, amneitas, dan atraksi). Suatu perjalanan wisatawan membutuhkan akses, sarana prasarana pendukung dan atraksi alam maupun budaya buatan.

Persoalan destinasi dan perjalanan sering menjadi di lema. Dibutuhkan kepastian datang dan pergi dari wisatawan itu. Dan dalam pengemasan sifatnya multisektoral. “Tidak bisa dikerjakan hanya satu sektor, tetapi semua terlibat. Seperti dukungan terhadap logisitik, biro perjalanan, dan aspek keamanan mulai dari berada di destinas hingga selesai waktu kunjung. Disamping itu, pentingnya keberpihakan dan dukungan penuh pemerintahan daerah.

Sementara dari masukkan badan layanan umum daerah (BLUD) Raja Ampat, Safri menjelaskan bahwa bila serius dalam pariwisata mestinya bergandengan dengan agen perubahan seperti lembaga atau praktisi yang berpengalaman dan gandeng mitra yang memiliki reputasi. Perlu kompetensi dengan menempatkan SDM dan staf yang hebat di bidangnya, merekuit yang kompoten di bidang pariwisata. Fokus perhatian wisata berkelanjutan sebagai minat khusus.

Demikian pula perlunya Milenial Tourism, Nomadic Torism, Kemudahan investasi pariwisata, penyiapan SDM Pariwisata, serta Pentahelix Model  melibatkan pemerintah, masyarakat,, dunia usaha, perguruan tinggi, dsan media). Diakhir pertemuan ini, akan dipersiapkan beberapa agenda yang bermanfaat dalam mempercepat kerjasama ini. (wa).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *