Bappeda Percepat Master Plan Pulau-Pulau Ugar-Arguni, Unggulan Destinasi Fakfak

Gugusan Pulau-Pulau Ugar yang unik. Sering di bilang dengan Miniatur Raja Ampat. Berada di Distrik Kokas

Infobappedalitbang Fakfak (11/5/19)_ Kabupaten Fakfak berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 50 Tahun 2011 tentang rencana induk pembangunan Kepariwisataan Nasional tahun 2010-2025 termasuk dalam destinasi pariwisata nasional (DPN), sebagai cluster DPN Manokwari–Fakfak dan sekitarnya. Hal ini menunjukkan potensi pariwisata di Fakfak cukup memberikan harapan, namun kalau di lihat, belum di tata dan di kelola dengan baik, apalagi menjadi aset potensial penyumbang kontribusi bagi daerah.

Salah satu yang hingga saat masih fenomenal adalah gugusan pulau-pulau kecil Ugar-Arguni yang berada di Distrik Kokas dan Distrik Arguni Kabupaten Fakfak. Satu kawasan mirip dengan kepulauan Raja Ampat yang telah mendunia. Itulah yang menjadi salah satu tantangan Kabupaten Fakfak dalam mengemas wisata bahari yang belum terekspos dengan baik.

Panorama yang indah, lautnya yang jernih dengan gradasi warna yang indah. Butiran pasir lembut juga ditemui di sepanjang bibir pantai pulau-pulau kecil ini. Semuanya mungkin dapat kita jumpai pada kawasan yang masih virgin ini.

Untuk mempercepat eksis kawasan ini, di Tahun 2019, Bappeda & Litbang Fakfak akan dimulai dengan sebuah kajian dan design dengan menyusun Masterplan Pulau-pulau Ugar-Arguni sebagai rencana tindak yang terpadu dengan menginventarisir seluruh obyek yang masih tersembunyi. Seperti ketersediaan potensi wisata peninggalan sejarah, cagar alam, bahari, dan budaya yang memiliki keunikan serta legenda khas yang masih dipelihara oleh masyarakat di kedua wilayah ini. Dari rancangan ini, akan diketahui seberapa besar potensi dan kekuatan yang dimiliki kawasan Pulau-Pulau Ugar-Arguni ini pula.

Keberadaan Master plan ini pula, semua potensi objek dan destinasi wisata di Pulau Ugar-Arguni akan di rekam dan dijadikan sebagai basis data informasi dalam rencana  induk pengembangan destinasi kawasan pariwisata Ugar-Arguni, baik yang memiliki potensi secara alami maupun potensi yang membutuhkan dorongan kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Fakfak.

Pada akhirnya, pengembangan kegiatan pariwisata diharapkan dapat memberikan keuntungan berganda secara lokal, terutama bagi masyarakat setempat Pulau Ugar-Arguni dan wilayah  sekitarnya.

Menurut pikiran Kepala Bappeda & Litbang Fakfak, Drs. Ali Baham Temongmere, MTP terhadap pentingnya dokumen ini, agar pengembangan kawasan  pariwisata yang sedang menjadi issue central berkaitan dengan pencadangan wilayah konservasi yang digagas oleh Provinsi Papua Barat, dapat tertata dengan baik, memberikan dampak positif bagi masyarakat dan dapat meminimalisir dampak negatif yang terjadi, “Maka penyusunan masterplan Pulau-Pulau Ugar-Arguni sangat mendesak untuk segera disusun dokumennya”.

Nantinya, keberadaan dokumen masterplan ini dapat mendudukkan pariwisata Pulau Ugar-Arguni dalam skala regional Kawasan Teluk Berau dan skala Kabupaten Fakfak dalam rangka pengembangan wisata Pulau Ugar-Arguni sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan. Demikian pula, hal lain yang akan diperoleh dari subtansi materi ini adalah memperlihatkan site plan kawasan wisata terpilih di pulau Ugar-Arguni dengan jumlah luasan tertentu yang kemudian dapat di susun menjadi spot-spot vital melalui rancangan terinci detail engineering design (DED) oleh OPD teknis sesuai dengan tupoksinya. Agar lebih fokus dalam memfasilitasi dan membangun fasilitas yang menunjang operasional tumbuh kembangnya destinasi ini nantinya.

Dalam dokumen ini pula, akan terlihat langkah-langkah operasional tahapan pengembangan wisata Pulau Ugar-Arguni sebagai panduan awal guna pengembangan kepariwisataan Pulau Ugar-Arguni, sekaligus dapat meminimalisir dampak negatif yang terjadi mengingat kawasan ini nantinya berada dalam satu kawasan bersama dengan industri gas yang sedang dikembangkan oleh Tangguh LNG. Ini yang sebenarnya mau di capai dengan ketersediaan master plan nanti.

Dikatakan juga, oleh Kepala Bappeda Litbang yang saat ini juga menjabat sebagai Sekda Fakfak, Jika dihubungkan kawasan ini dengan keberadaan industri LNG maka akan menjadi kawasan Kunci dari Kawasan Industri yang telah terbangun di Bintuni hingga masuk pada wilayah Fakfak.

“Saya melihat banyak sekali potensi dan keanekaragaman yang bisa dikembangkan dan di jual nanti. Kawasan ini bakal menjadi kawasan pariwisata yang bernuansa budaya. Jadi kesempatan untuk menjual berbagai potensi bahari, budaya dan tarian sangat memungkinkan. “Kita harus mengalinya”. Targetnya, kawasan ini akan menjadi kawasan unggulan Pariwisata “Pintu Gerbang Masuk Teluk Berau”. Olehkarenanya, Mulai sekarang kita sudah harus menyiapkan seluruh kelengkapan dokumen perencanaan baik makro maupun rencana operasional dan implementasinya. (wa).

Gugusan pulau-pulau Arguni, Potensi yang masih virgin. Belum Tertata dengan baik.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *